materi ips kelas 6

REWANDA

Rabu, 19 Januari 2011

CERITA PANTAI KAHONA

Pantai Kahona, Obyek Wisata Andalan Tapteng

Jumat, 19 Maret 2010
Selalu Ramai Pengunjung, tetapi Jalan ke Lokasi Berlumpur
Sebuah kebanggaan bagi warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) memiliki Pantai Kahona, obyek wisata dengan keindahan pasir pantainya. Tak heran bila lokasi yang berada di Kecamatan Andam Dewi, itu selalu ramai pengunjung. Namun sayang, jalan ke lokasi belum dan berlumpur seperti kubangan kerbau. Bagaimana reaksi warga dan apa harapan mereka?
MASRIL RAMBE-ANDAM DEWI
Dari kesimpulan yang dihimpun METRO, hampir tidak seorang pun warga di Dusun Sisangge-sangge, Desa Lobuatua, Kecamatan Andam Dewi, Tapteng, yang tidak menginginkan perbaikan jalan ke Pantai Kahona. Dikatakan warga di sana, kondisi jalan sepanjang 5 Km menuju lokasi wisata sangat memprihatinkan. Padahal, sejak jalan itu dibuka jumlah wisatawan yang datang sangat banyak.
Gohi Simanjuntak, salah seorang Tokoh Masyarakat Desa Lobutua Kecamatan Andam Dewi, kepada METRO, Kamis (18/3) di Barus, mengatakan, sangat mengharapkan kepedulian Bupati Tapteng Drs Tuani Lumbantobing, agar jalan menuju pantai Kahona segera diaspal. “Karena sejak jalan itu dibuka, belum pernah dilakukan pengaspalan,” kata Gohi.
Dia mengungkapkan, Pantai Kahona di Dusun Sisangge-Sangge, saat ini, sangat ramai pengunjuung terutama pada hari libur dan hari Minggu. Dikatakannya, pengunjung yang datang tak hanya wisatawan lokal seperti Sibolga dan Tapteng, tetapi ada juga yang datang dari Nangroe Aceh Darusalam (NAD), Humbang Hasundutan (Humbahas) dan daerah lainnya.
Gohi yakin, jika jalan menuju lokasi bagus jumlah pengunjung yang datang akan meningkat. Sebab dengan kondisi jalan rusak pun, banyak pengunjung yang datang. “Bagaimana kalau sebaliknya, jalanan mulus. Saya piker ini penting menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah setempat,” ujar Gohi.
Hal senada dikatakan Ketua BPD Desa Lobutua Tian Limbong. Dia mengatakan, pemerintah sudah saatnya memberikan perhatian agar jalan itu segera diperbaiki.
Ia mengungkapkan, akibat kerusakan jalan itu tidak jarang para pengunjung yang mengalami gangguan, seperti bocor ban, patah per, terpleset di tengah lubang jalan yang terdapat genangan air. “Kalau itu yang dialami pengunjung maka, wajar ia jera dan tak akan kembali ke Pantai Kahona. Jujur, kita tidak mau itu,” kata dia.
Oleh sebab itu, Tian berharap pemerintah segera melakukan tindakan agar jalan tersebut segera diperbaiki demi kemajuan wisata Pantai Kahona. Disamping itu kata Tian, pembangunan sarana penunjang lain untuk keperluan MCK (mandi, cuci dan kakus) agar dibangun di lokasi wisata.

Dikutip dari http://metrosiantar.com
Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.
Be the first to like this post.

Komentar

  • azwarman tinambunan  On Kamis, 13 Januari, 2011 at 8:25 AM
    Salam untuk semua yang cinta akan keindahan pantai Kahona
    saya orang barus dan tinggal di tapi ai, Pasar Terandam. Saya baru mendengar adanya Pantai Kahona. (mohon maaf karena kurang informasi). Dan saya memang sudah lama tinggal di Jakarta. Seingat saya dulu yang ramai di kunjungi adalah “Ujung” pantai sitiris-tiris yang merupakan objek wisata pada waktu itu. Saat ini sudah ada “pantai Kahona” yang merupakan objek wisata selain “UJUNG”.
    Saya juga sangat menyayangkan hal itu seperti jalan menuju lokasi yang mana sampai saat ini masih sangat memprihatinkan. Saya terakhir pulang pada tahun 2007 dan saya pergi rekreasi ke “Sitiris-tiris”. Alangkah terkejutnya saya melihat jalan yang sangat hancur, dan yang ada adalah susunan batu-batu sebagai jalan utama (belum di aspal). Saya tidak tahu kondisi jalan saat ini apakah masih tetap seperti itu ?.
    Hampir semua daerah objek wisata di Jawa sudah saya jalani dan hampir semuanya ramai dikunjungi oleh berbagai macam pelancong, baik lokal maupun luar. Mengapa mereka bisa mengundang banyak wisatawan ?. Setelah saya analisa ternyata jalan menuju lokasi dibuat sebagus mungkin dan di dukung juga oleh pemerintah setempat untuk memajukan daerahnya. Padahal objek yang kita lihat tidak terlalu indah. seperti Pantai “Pangandaran” yg mana jarak dari Jakarta ke lokasi kurang lebih 1 hari perjalanan. Itupun banyak orang dari Jakarta yang menuju tempat tersebut. padahal kalau saya bandingkan dengan Pantai Sitiris-tiris dan Pantai Kahona, “Pantai Pangandaran” baru seperempat indahnya dari Sitiris-tiris dan Kahona. Tapi orang tetap aja mau mengunjungi. Mengapa ?
  • Sifryan Smart  On Sabtu, 8 Januari, 2011 at 2:19 PM
    Ai dang percuma Lobutua bahh,,,,,,,,,,, Pantai on memang selalu do menjadi salah satu objek wisata yang paling digemari oleh kalangan banyak,,,,,Daerah bahkan luar Daerah sekalipun………… Horas ma dihitasude,sai lam bangkit ma Pantai Kahona taon………….Kahona Beach,, YESSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSS………………. God Luck 4 U My Beach…………………..
  • Manullang  On Kamis, 23 Desember, 2010 at 12:29 PM
    Pantai Kahona memang luar biasa, saya bandingkan dgn wisata Bali seperti pantai Kuta tidak jauh berbeda. Ada kenangan kenangan manis yg tdk bisa ku lupa, di mana setiap hari Minggu dulu saya dan pacar saya selalu kesana.
    Dulu semasih bujangan saya pernah pulang kampung dan pergi ke Sisangge sangge dg pacar saya yg tinggal di Uratan
    Saya lupa kalau di Barus pantang berpegangan tangan dgn pacar
    Saya pegang terus dan….orang2 yg dipinggir pantai itu” Suit.. suit…” Ternyata pacarku jadi malu, aku tdk menyadarinya. Kami sudah berumatangga dan punya 2 anak.
    Kami tinggal di Surabaya/Jawa Timur
    Saya kira kita semua yg di Andam Dewi maupun yg di rantau
    sangat merindukan perkembangan Pantai Kahona
    Kami sudah berumatanggaekarang kami tinggal
  • rinus alexander mamora  On Sabtu, 16 Oktober, 2010 at 1:08 PM
    horas ma di hamu saluhut na na adong di pantai kahona,mlo binereng tu pemandangan na di pantai kahona tung massai uli situtu do idaon dalan lao tu si tung massai sega situtudo,alani i rap ma hta lao paturehon hutaii
    asa tung uli sasudena,jla hupangido hami tu pamarentata asa tung mangaranap nasida mamereng dalan i.
    • arasmin  On Senin, 13 Desember, 2010 at 3:02 PM
      beha do huroa uli ni pantai kahona i, ai baru dope binege kabar ni pantai on
  • Asdan Manullang  On Selasa, 24 Agustus, 2010 at 11:45 AM
    Horasma sude akka dongan sahuta uhut akka tutur napinarsangapan…..!
    saya memang lahir di Desa Ladang Tengah/Ladang Baru, namun semasa kecil sampai dengan SMP saya sering main ke sangge-sangge kebetulan rumah inang tua saya yang diambail marga samosir ( Pa Hekrin Samosir ) bertempat tinggal disangge-sangge. Dulu saya sering beli gadong/singkong ke Tombak bersama ibu saya jalan kaki kadang naik sepeda, jadi harus mampir dulu ke rumah inang tua saya itu untuk sama-sama nantinya ke tombak. Setelah sampai disangge-sangge saya paling suka mandi di lautnya bersama anak-anak inang tua saya tersebut sampai kemuara tolluk kadang-kadang ikutan marpuhot/pukat pinggir dan ikan disana sangatlah manis apalagi kalau disombom. Sekarang ini disebut dengan nama Pantai Kahona, namun sebelum itu namanya bukanlah pantai kahona. Akan tetapi sekarang ini saya sudah menetap tinggal di Labuhan Batu selatan/pinggiran Riau di PTPN-III.
    Namun dari dulu tahun 80-90 jalan untuk menuju kepantai tersebut kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah maupun masyarakat setempat, sehingga jalan kepantai tersebut adalah lewat bahal atau jalan kerbau.
    Sangat disayangkan apabila sampai dengan saat ini pembangunan infrastruktur menuju pantai kahona belum mendapat perhatian yang seriaus dari pemerintah terutama aparat desa Lobutua. Sedangkan keindahan wisata yang terkandung didalam pantai kahona tersebut tidak kalah dengan pantai-pantai yang telah maju atau terkenal. Maka usul dari saya kepada masyarakat setempat supaya sama-sama mengadakan suatu pertemuan/rapat untuk membahas pembuatan proposal pembangunan jalan kepantai kahona dan dilanjutkan kedesa, kecamatan dan digiring ke kabupaten/DPRD tingkat II Tap. Tengah.
    Apabila nantinya jalan menuju pantai tsb lancar dan tidak ada hambatan sangat besar kemungkinan pantai kahona menjadi salah satu tujuan wisata lokal maupun manca negara, sehingga akan dapat menunjang meningkatkan perekonomian /pendapatan masyarakat setempat.
    Sampai disini dulu sekedar komentar dari saya.
    Bila lebih kurang ucapan saya mohon dimaafkan.
    Mauliate.
  • rinus alexander mamora  On Kamis, 5 Agustus, 2010 at 12:18 PM
    saya dari andam dewi,sekarang tingal dimedan,agar jalan kepantai kahona di aspal,karena pantai kahona adalah pantai yang paling di gemari semua orang terutama kaum muda & mudi,pantai kahona adalah pantaiyang indah dimata,putra andam dewi berjuanglah demi pantaikahona yang indah…..horassss,,,…
  • Tulus manullang  On Minggu, 25 Juli, 2010 at 5:13 PM
    Horas ma dihamu sude akka donganhu na adong di lobutua. Hami sian”punguan parsadaan putra andam dewi”(PPA) na adong di labuhan batu (sumut) akan selalu ikut dalam mensukseskan pmbngunan “KAHONA BEACH” god bless all.
  • Tulus manullang  On Minggu, 25 Juli, 2010 at 3:41 PM
    Aq seorg putra kelahiran sisangge sangge.secara pribadi aku bangga akan kampung kelahiranku. Tetapi bila dibandingkan dgn desa yg lain sisangge2 sangat membthkn perhatian dari aparat desa serta kesadaran masyarakat setempat. Bila ditilik dari sejarahnya,lobutua mrpkn desa tertua.tp konon pembangunan disetiap sektor2 di desa ini sangat ketinggalan. Kadang aku berpikir,apakah desa ini telah dikutuk? Ataukah kepdes yg ada disana tdk pernah mengajukan/menyusun proposal pembangunan desa itu.sekian dulu aq mo bobo.dan tuk desaku yg kucinta, sdh saatnya kau bangun dari tidurmu.R prapat 25 juli 2010
  • dollas pasaribu  On Minggu, 4 Juli, 2010 at 1:52 PM
    saya asli penduduk sisangge,lahir diaitu, dari kecil sampai dewasa saya disitu.. sekarang saya di PONTIANAK kalbar,,.saya merasa pantai KAHONA adalah pantai yang paling nyaman cuacanya, bahkan udaranya yang begitu untuk dihirup., makanya tigak heran kalau pengunjungnya bukan hanya dari sekitarnya saja,bahkan dari luar daera pun datang untuk berkunjung, tapi dayang keadaan jalan yang tidak memadai, sehingga pengunjung pun berfikir datang untuk berkunjung, apalagi dimusim hujan, tuhamu akka dongan na ading diparjalangan, betama rap mangalakka hita nalao padenggan hon hutatta., H…..O…..R….A…..S
  • dollas pasaribu  On Minggu, 4 Juli, 2010 at 1:31 PM
    saya asli penduduk sangge2.,,. lahir dr kampung itu, skrang saya tinggal PONTIANAK kalbar,saya merasa kalau soal pantai KAHONA
  • Rosinthon Sihotang  On Kamis, 13 Mei, 2010 at 11:00 AM
    Saya asli putra desa lobutua lorong IV tepatnya aek busuk kualo , saya lahir hingga tamat smp tinggal disana. sekarang menetap di kaltim. namun sampai saat ini aku tidak pernah lupa kampung bona pasogit, akhir bulan februari 2010 selama dua minggu saya berada di lobuta aek busuk. kalau dibandingkan dengan daerah lain perkembangannya sangat lambat… itu sering menjadi pertanyaan saya kepada teman2 dan saudara saya yang tinggal disana.. mereka menjawab.. perhatian dari pemerintah setempat kurang perduli katanya. tapi aku yakin dengan adanya pantai KAHONA dua tahun kedepan jauh lebih maju daripada apa yang aku lihat bulan februari kemarin.. asal ada partisifasi dari masyarakat setempat menjaga keamanan dan kebersihan dan dukungan pemerintah setempat khususnya kec. Andan dewi menata pantai KAHONA sebagai aset parwisata daerah..”Pantai Kahona ke Indahan Alam Desa Lobutua”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar